batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, peningkatan kualitas hidup masyarakat suku laut menjadi salah satu atensi Pemprov Kepri. Menurut Gubernur, lewat APBD TA 2023, sudah disiapkan dana hibah Rp7 miliar untuk membenahi kediaman suku laut di Lingga.
“Tahun ini, kita akan benahi 200 rumah warga suku laut di Kabupaten Lingga. Karena suku laut ini adalah identintas daerah yang harus kita rawat,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kamis (6/4)

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, saat menghadiri Doa Selamat Renovasi Rumah masyarakat Suku Laut dan masyarakat Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Minggu (5/3).
Dijelaskannya, lokasi pembenahan dibagi dibeberapa lokasi yang ada di Kabupaten Lingga. Seperti di Kecamatan Bakung Serumpun, Kecamatan Temiang Pesisir, Kecamatan Senayang, dan Kecamatan Lingga. Tujuan dibangunnya rumah suku laut ini upaya untuk mengintervensi dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Lingga.
“Salah satunya dengan memberikan rumah yang layak bagi masyarakat suku laut,” jelasnya.
Lebih lanjut katanya, rumah suku laut diberikan Pemprov Kepri dalam bentuk hibah. Adapun sistem pekerjaanya adalah dengan skema gotong royong. Sehingga pemilik rumah juga dapat bekerja untuk membangunan rumahnya lewat program ini.
Gubernur Kepri ini menambahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya melalui bentuk hibah lebih efektif asalkan dikontrol dengan baik. Namun Pemprov Kepri akan mengeluarkan biaya cukup besar karena nantinya air dan listrik akan ditanggung.
“Sebab dari Pemkab Lingga masih keterbatasan anggaran. Semoga kedepan, juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat terkait pembenahan kediaman suku laut ini,” tutup Gubernur.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Provinsi Kepri, Said Nur Syahdu, tahun 2023 ini, ada sebanyak 200 rumah suku laut yang akan dibenahi. Menurutnya, pembenahan kediaman suku laut tersebut adalah salah satu pekerjaan yang menjadi atensi Pemprov Kepri.
“Untuk pembenahan pemukiman suku laut di Lingga, kami sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 miliar. Kami berharap tentunya, rencana kerja ini dapat terlaksana sesuai target,” ujar Said Nur Syahdu, Kamis (6/4).
Dijelaskannya, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas perumahan bagi masarakat, sehingga dapat hidup layak. Karena ini salah satu indikator yang dapat menurunkan angka kemiskinan dan stunting di kabupaten Lingga pada khususnya.
“Kualitas pemukiman yang baik juga dapat menekan angka stunting di daerah. Artinya, bukan hanya dari sisi lingkungan yang tertata saja, tetapi ada dampak lain bisa dirasakan, yakni tingkat kesehatan masayarakat juga ikut membaik,” jelasnya. (*)
reporter: jailani
