
batampos – Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Keripik Tempe Sarimas asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berhasil menembus pasar Singapura. Sejak 2023, produk olahan tempe tersebut rutin dipasarkan ke negeri tetangga dengan volume penjualan mencapai 300 hingga 400 kilogram per bulan, menghasilkan omzet puluhan juta rupiah.
Pemilik Keripik Tempe Sarimas, Suratno, mengatakan produk buatannya kini dipasarkan melalui jaringan ritel di Singapura yang memesan langsung dari pihaknya.
“Keripik tempe Sarimas langsung dipesan dari ritel terkemuka di Singapura, kemudian dipasarkan di outlet mereka,” ujar Suratno, Selasa (21/7).
Kirim Lewat Batam
Suratno menjelaskan pengiriman produk ke Singapura dilakukan melalui Kota Batam. Produk yang diekspor terdiri dari keripik tempe original dan keripik tempe sagu, dengan harga sekitar Rp80 ribu per kilogram.
Agar diterima pasar luar negeri, ia melakukan berbagai penyesuaian terhadap cita rasa produknya.
“Masyarakat Singapura menyukai cita rasa rempah-rempah. Karena itu kami memadukan gurihnya keripik tempe dengan bumbu rempah tradisional yang sesuai selera mereka,” katanya.
Wisatawan Jadi Promosi Efektif
Selain ekspor, Sarimas juga memanfaatkan sektor pariwisata untuk memperluas pasar. Suratno bekerja sama dengan sejumlah agen perjalanan sehingga wisatawan, terutama dari Singapura, diarahkan berkunjung ke outlet Sarimas di Jalan Sucipto Kilometer 12, Tanjungpinang.
Di lokasi tersebut, pengunjung tidak hanya membeli produk, tetapi juga dapat melihat langsung proses produksi keripik tempe yang higienis.
Menurut Suratno, pengalaman tersebut menjadi promosi dari mulut ke mulut yang efektif di Singapura.
“Setelah melihat proses produksinya, banyak wisatawan yang kemudian merekomendasikan produk kami kepada teman dan keluarganya di Singapura,” ujarnya.
Di outlet tersebut, keripik tempe original dijual Rp35 ribu untuk kemasan 300 gram dan Rp20 ribu untuk kemasan 200 gram.
Didukung Rumah Produksi IKM
Keberhasilan Sarimas menembus pasar ekspor juga didukung Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui pembangunan Rumah Produksi Sentra IKM Makanan Ringan yang mulai beroperasi pada 2024.
Fasilitas yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian itu kini menjadi pusat produksi Sarimas dengan mempekerjakan enam karyawan.
Dalam sebulan, Sarimas berproduksi sekitar 20 hari, dengan kapasitas rata-rata 50 kilogram keripik tempe setiap kali produksi.
Selain diekspor ke Singapura, produk tersebut juga dipasarkan di sejumlah ritel modern nasional di Tanjungpinang dan Batam, termasuk Indomaret.
Pemkot Dorong IKM Go Ekspor
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, M. Endy Febri, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pelaku IKM meningkatkan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar internasional.
Menurutnya, posisi geografis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar ekspor.
Dalam beberapa tahun terakhir, Disdagin rutin menggelar pelatihan ekspor, menghadirkan eksportir sebagai narasumber, memfasilitasi sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), serta memberikan pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP) dan pengembangan kemasan produk.
“Hasilnya cukup banyak produk IKM kita berhasil menembus pasar luar negeri. Ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru,” kata Endy. (*)
