
batampos– Pengembang mengeluhkan belum tersedianya jaringan perpipaan air bersih dari PDAM Tirta Kepri ke beberapa perumahan di Tanjunguban.
Akibatnya, pengembang harus menyediakan sumur di rumah yang telah dibangun.
“Pemerintah belum mampu menyediakan air bersih, jadi kita sendiri yang harus menyediakan sumur,” kata seorang pengusaha enggan namanya dikorankan.
Dia berharap, pemerintah bisa menyediakan jaringan perpipaan air bersih dari PDAM ke perumahan yang dibangun pengembang.
Kepala Cabang Perumda Air Minum Cabang Tanjunguban di bawah PDAM Tirta Kepri, Abidin Sach mengakui, beberapa perumahan di Tanjunguban belum teraliri air bersih dari PDAM karena belum tersedianya jaringan perpipaan.
“Pipa jaringannya tidak ada,” katanya.
Dikatakannya, pihaknya telah mengajukan 409 sambungan rumah ke pemerintah termasuk beberapa perumahan di Tanjunguban antara lain Perumahan Citra Onyx, Perumahan Grand Permai, Perumahan Indunsuri Raya dan kawasan pemukiman di Jalan Eka Bhakti dan Jalan Imam Bonjol.
“Kita ajukan pipanya juga,” tambahnya.
BACA JUGA: Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair PT. BAI, Bintan
Dia mengatakan, semula 899 SR yang diajukan tapi setelah diverifikasi oleh tim menjadi 409 SR di tiga kelurahan yakni Kelurahan Tanjunguban Kota, Tanjunguban Selatan dan Tanjunguban Utara.
Dia mengatakan, saat ini jumlah pelanggan PDAM di Tanjunguban sekira 2.758 sambungan rumah.
“Idelanya bisa sampai 4 ribu sambungan rumah,” katanya.
Waduk Sei Jago di Tanjunguban, katanya memiliki kapasitas 40 liter per detik dengan dua sistem pengaliran yakni sistem gravitasi dan sistem pompa.
Meski air baku cukup, dia mengatakan, pihaknya memiliki kendala sehingga air dari waduk belum bisa teraliri 24 jam.
Salah satunya terdapat kebocoran di sela-sela waduk sehingga 10 liter per detik air terbuang. (*)
Reporter: Slamet N
