
batampos– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri mencatat terdapat 75 kasus HIV/AIDS sepanjangan tahun 2025 ini. Kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) menjadi penyumbang terbanyak kasus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri), Mohammad Bisri mengatakan penyimpangan seksual dari kelompok LGBT masih menjadi penular penyakit HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Kepri. Terlebih, kaum tersebut sangat rentan menularkan penyakit tersebut.
“Resiko kaum menyimpang ini (LGBT) lebih tinggi tertular dibanding yang normal,” kata Mohamad Bisri, Jumat (11/4).
BACA JUGA: 36 Warga di Lingga Terinfeksi HIV-AIDS, Kebanyakan Laki-laki
Ia menyampaikan, setidaknya terdapat 500 kaum LGBT yang mengidap penyakit menular HIV/AIDS sepanjang tahun 2024 lalu. Kebanyakan dari mereka yang tertular HIV tersebut ialah laki-laki, akibat berhubungan seksual dengan laku-laki.
“Untuk data tahun 2024 yang paling banyak Men to Men atau laki dengan laki, kurang lebih 500 orang yang terserang,” tambahnya.
Selain itu, kata Bisri daerah yang paling banyak terdapat kasus HIV yaitu Kota Batam. Kota tersebut masih menjadi penyumbang terbanyak kasus HIV/AIDS, kemudian disusul Kabupaten Bintan.
“Kita cegah agar HIV ini tidak bertambah. Salah satu caranya kita sosialisasikan bahaya seks sesama jenis ataupun seks bebas,” pungkasnya. (*)
Reporter: M Ismail
